Selasa, 24 Maret 2015

SEPUCUK KISAH UNTUKMU DI SURGA


Huah.. saat pertama kali aku melihatmu, jantungku berdetak kencang. Denyut nadi seakan-akan  terasa mengalir dari dada ini sampai ke seluruh tubuh. Masih ku ingat saat kau sapa diriku, tak berdaya diriku dibuat olehmu. Keringat dingin sampai ke telapak tangan ketika diriku berhadapan denganmu.

Mimpi yang selama ini gue nantikan, akhirnya terkabul. Gue jadian dengan orang yang gue sukai. Jelas, gue suka. Dia itu hitam manis, tinggi, pemain basket dan yang paling buat gue berasa seperti di pelet adalah senyumnya. Senyumannya ibarat seperti mantra ajaib yang membuat gue ga bisa berbicara ketika dia senyum. Itulah gambaran yang bisa gue jelaskan tentang seseorang yang special ini dalam hidup gue. Dan gue hanya berharap, hanya dia yg pertama dan terakhir dalam hidup gue hingga semuanya akan indah sampai akhir nanti.

TING TONG TING TONG ……

Suara pesan di handpone gue pun berbunyi. Entah siapa yang SMS yang jelas gue berharap dia. Dan ternyataaa ituu.. bukan dia melainkan operator yang sering membuat gue kesal dengan sms mempromosikan hal-hal yang menurut gue ga penting sama sekali dan nggak berpengaruh bagi gue. Gue masih terus berharap. Sekali, dua kali handphone gue berbunyi ternyata bukan dari dirinya. Terus menatap layar handphone membuat gue bosan hingga gue lemparkan handphone itu ke kasur. Yang gue pikirkan saat itu hanya, apakah dia menyukaiku atau dia tidak menyukaiku?. Gue hanya bermimpi untuk jadi miliknya. Ya, walaupun memang kadang mimpi lebih indah dari pada kenyataan.

Akhirnya, karena gue bosen dengan suasana kamar yang begitu-begitu saja tidak berubah gue memutuskan untuk pergi keluar kamar hanya sekedar melepaskan rasa galau gue karena tidak di sms oleh dia. Berbincang di sore hari bersama tante dan opung membuat gue sedikit melupakan rasa galau itu. Setelah satu jam lebih gue ketawa-ketiwi dengan tante dan opung lalu gue pergi ke kamar bermaksud untuk melihat apakah ada sms atau tidak. Dan ternyata ada., Ada satu pesan dengan nomer yang tidak gue kenal berada di kotak masuk handphone gue. Dengan wajah penasaran, gue membuka pesan kotak masuk itu. Dan ternyata pesan itu dari cowok yang sepecial buat gue. Namanya Carlos Teguh Anugrah.

“ hai, ini Fanny kan ? “. Sms Carlos.
“ iya, ini siapa ya ? “. Jawab gue.
“ hahaha, mau tahu banget apa mau tahu aja ? “
“ apaan sih lo! Ga usah jail deh. Gue lagi nunggu calon cowok gue sms. So, lo jangan ganggu-ganggu gue, oke ! GUE SIBUK ! “. Dengan wajah kesal.
“ hmm, sorry deh gue ganggu. Cuman gue mau nanya dong, calon cowok lo siapa ? “
“ yaelah ini orang kepo banget ya. Calon cowok gue itu namanya Carlos Teguh Anugrah. Lo ga bakalan tau kok orangnya. Lagian lo siapa sih ?  kok nanya-nanya, lagian bukan urusan lo kok “
“ ohh, Carlos Teguh Anugrah. J.Gue ini, ya carlos teguh anugrah. Yang tadi lo bilang gue calon pacar lo, hahaha J
“ waah, serius? Ini carlos ? maaf-maaf jadi malu L

Semenjak sms itulah kami menjadi dekat. Kedekatan kami rupanya terdengar sampai ke telinga Nita. Nita tidak terima jikalau Carlos menyukai cewek selain Nita. Apa lagi pada saat itu Gue dan Nita masih sebagai adik kelas carlos. Akhirnya, nita terbakar api cemburu saat nita mendengar kedekatan gue dan carlos sudah cukup lama. Nita pun menegor gue dengan berbicara “ Carlos itu suka sama gue tahu. Jadi lo mending ga usah deketin dia deh “.

            Pada saat itulah gue tahu bahwa cowok yang gue suka di sukai oleh teman gue, Nita. Awalnya gak ada niat untuk terus melanjutkan rasa suka ini. Namun Carlos yang terus mendekati gue hingga perasaan ini semakin hari semakin bertambah bukan semakin menghilang.

Kami masih sering bertemu di gereja, apa lagi saat itu bulan desember. Frekuensi pergi ke gereja untuk latihan Natal semakin sering sehingga sering bertemu dengan dirinya. Entah apa yang dia suka dariku namun perjuangannya sangat terlihat di mataku dan juga teman-temanku. Mulai dari mengambil fotoku secara sembunyi-sembunyi walaupun akhirnya di ketahui kakak tingkat tertua di atas kami dan mencari tahu soal hobby dan mengkepoin status facebookku.

Perjuangan selama satu bulan sudah ia tunjukan.. Perjuangannya pun tidak sia-sia. Ia menyatakan perasaannya di depan gue. Tepat di malam natal, 24 Desember 2009 lalu.

( Di SMS )
“ hay fann. Kamu mau gereja kan malam natal ini ? aku jemput ya ? “ nada penuh semangat
“ gak usah, gue bareng keluarga “ nada datar
“ oh gitu ya, ya sudah selamat bertemu di malam natal “

            Malam natal pun sudah datang. Gue dan sekeluarga pergi ke gereja dengan penuh sukacita. Setibanya di gereja, gue duduk di tempat biasa setiap minggu gue gereja. Seperti kebiasaan setelah memasukin gereja. Gue berdoa dan berharap ada kado natal terindah tahun ini buat gue. Setelah selesai berdoa, gue bermaksud melihat handphone untuk melihat apakah ada sms dari sobat gue, Okta. Ternyata okta tidak dapat hadir pada malam natal itu. Dan itu membuat gue sedih sebab dia lah satu-satunya sobat gue yang selalu gue ceritakan soal carlos.

Acara ibadah malam natal itu pun berjalan dengan penuh sukacita. Gue mengikuti acara ibadah tersebut dengan baik tanpa ada kegaduhan sebelum carlos dan sahabatnya datang mengganggu gue.

“ fan, ikut aku yuk dulu sebentar “. Kata Carlos
“ mau kemana memangnya ? gak lihat masih dalam acara ibadah ? “ wajah datar gue.
“ (wajah membujuk) sebentar aja fan, sebentar lagi juga acara ibadahnya sudah selesai kan ? ayolah fann. Sebentaaarrr ajaaaaaa. “
 “ iya “. Ketus gue
“ ya sudah, ayo ikut gue. Ini cuman sebentar kok “. Bujuk Carlos.

Akhirnya gue pun mengikuti permintaan carlos untuk mrngikutinya pergi. Carlos pun menarik tangan gue untuk segera pergi dari ibadah natal yang sebentar lagi selesai. Carlos menarikku ke tempat sepi. Gue ga tau apa yang mau di lakukannya. Gue hanya bisa diam sekaligus senang karena pertama kali itulah tangan gue di genggam oleh cowok yang special buat gue dan juga sekaligus berpikiran negative soal tempat yang sepi tersebut.

“ lo dan sahabat lo mau bawa gue kemana ? “ tanya gue
“ sudah, jangan banyak tanya sih. Ikuti saja “ Jawab sahabat carlos

Gue hanya bisa diam dan mengikuti jejak langkah kaki mereka berdua sambil berpikir semoga Tuhan melindungi gue dari mereka berdua ini.

Akhirnya, sampailah pada tempat yang sudah mereka siapkan. Tidak so sweet seperti pos kamling namun bukan pos kamling lebih tepatnya seperti tempat duduk biasa namun ada atap yang menutupinya dan hanya ada bangku dan atap. Tiba-tiba carlos berdiri di hadapanku dan memegang kedua tanganku.

“ (wajah gugup) fan, gue mau jujur. Dari pertama gue lihat kamu di gereja, lo beda dari pada cewek yang lain. Lo sederhana fan. “ ucap Carlos
“(wajah kaget ) apa ? terus ? “
“gue suka lo dan lo mau gak jadi pacar gue ? “ ucap Carlos
“ ( wajah kaget ) hah ? lo nembak gue ? “
“ ( wajah memerah ) iyaa, lo mau gak ? “ tanya Carlos
“ sudah terima saja fan “ kata sahabat carlos
 “ ( wajah malu ) hmmmm, gimana ya ? hmm, iya deh “ jawab gue sambil senyum malu.
“ (dengan wajah senang ) serius fan ? jadi kita jadian? hahaha “
“ ( wajah malu ) iyaa “
 “ ( sambil peluk Carlos ) widih, selamat ya bro sudah jadian. ciye ciye “ ejek sahabat carlos
“ ( senyum keliatan gigi sedikit ) hihihi “ senyum gue dan allo.

Beberapa saat setelah itu, kami kembali ke gereja untuk melanjutkan ibadah natal. Saat gue memutuskan untuk menerima carlos menjadi pacar gue, pasti ada seseorang yang merasa tersakiti. Namun hidup itu untuk memilih. Gue lebih memilih jadian dengan carlos walaupun pada saat itu gue ga mau menyakiti teman yg menyukainya.

Seperti pada pasangan biasanya, kami jalan bersama, makan bersama, ikut kegiatan gerejawi bersama dan terkadang carlos juga suka jemput gue pulang sekolah. Ya seperti itulah kegiatan kami selama kami berstatus pacaran.

Satu sampai enam bulan. Kami masih terlihat mesra dan jalan bareng tanpa ada yang namanya pertengkaran. Masuk di usia pacaran kita ke satu tahu, di situlah kadang pertengkaran itu terjadi. Mulai dari lama bales sms dan lain-lain. Di usia satu tahun enam bulan, kemesraan itu semakin hari semakin sedikit yang gue rasakan. Sampai usia pacaran kami dua tahun, pertengkaran dalam hubungan kami semakin menjadi-jadi hingga pada akhirnya salah satu dari kami meminta putus hanya karena ada Hello Kitty diantara hubungan gue dan carlos.

( di telepon )
“ carlos, kenapa sih lo berubah ? “ tanya gue
“ berubah apaan ? lo aja kali ah !. Sudahlah gue lagi males ngomong sama lo “. Ketus Carlos
“ loh kenapa sih ? aneh deh gue sama lo”
“ sudah ah. Jangan cerewet. Lo ga usah telepon gue lagi !! ngerti ?? “ ketus Carlos
“ ( sambil nangis ) loh kok gitu ? apa alasannya ? “
“ rewel lo ! kalo lo masih telepon atau sms lagi !! kita putus !! “. Telepon di tutup.
“ ( menangis histeris ) “

Keesokan harinya, setelah pertengkaran malam yang hebat tersebut. Pada pagi hari sekitar pukul 07.00 WIB, handphone gue berbunyi dan mendapatkan nomer telepon baru yang ada dalam kontak masuk. Dengan mata masih bengkak dan sembab, gue mencoba membuka sms itu ternyata nomer baru dan ternyata nomer itu adalah carlos.

0822178011XX - Fan, kita putus. Gue mau focus sekolah dulu “

Saat membaca sms itulah hati gue hancur. Hanya bisa menangis melihat cowok yang gue sayang mengakhiri hubungan yang sudah di bangun 2 tahun tersebut dengan kata “ gue mau focus sekolah dulu “. Padahal saat gue lihat status terakhir dia di facebook, dia menulis :

“ Carlos Teguh Anugrah -Hmmm, rasa nya aku sudah bosan dengan yang lama. Pengen cari yang baru saja.

Dan mau tidak mau. Akhirnya gue dan carlospun putus pada tanggal 03 januari 2011. Gue berusaha move on. Selama 4 tahun sampai sekarang, gue masih belum bisa move on dengan dirinya. Terlalu sayang, telalu cinta itulah alasan kenapa gue masih bisa betahan dan berharap balikan lagi dan menjadi yg  terakhir dalam hidup gue. Namun sayangnya, itu hanya sebuah mimpi. Dia sudah mempunyai kekasih. Kadang gue ingin memutar kembali waktu. Tapi gue tahu, itu sudah tidak mungkin. Hal yang sekarang dapat gue lakukan hanyalah menerima kenyataan yang sudah ada.

Selama 4 tahun itulah gue hanya bisa stalking facebooknya. Tanpa chatting dan tanpa komentar apapun. Gue hanya bisa melihat hasil foto-foto mereka berdua di facebook. Pegangan tangan, jalan mesra, makan bersama seperti saat gue bersama dirinya dahulu. Andai cewek itu adalah gue dan andai dia tahu ada seorang cewek yang tulus mencintai dirinya dan masih berharap untuk dirinya kembali.

Gue memang membencinya dan amat sangat membencinya namun cinta yang dulu pernah gue rasakan dan gue berikan dapat meluluhkan rasa benci dalam hati gue.

Tiga bulan setelah ulang tahunnya, gue berpikir cukup lama gue berdiam diri untuk menyembunyikan perasaan ini. Akhirnya gue mencoba menjalin komunikasi yang baik dengannya walaupun gue tahu dia sudah mempunyai kekasih yaitu Ria. Bukan bermaksud untuk merusak hubungan dia dengan ceweknya namun gue hanya rindu. Rindu masa-sama dimana gue sering bercanda dengannya. Tetapi, baru saja chatting dengan dia satu hari yang lalu. Ceweknya sudah di bakar api cemburu.

“ hey, lo ngapain sih chatting sama cowok orang ? “. Kata Ria.
“ Maaf ya ! gue cuman nanya tentang saudara gue kok. Tenang aja kali gue ga akan ganggu hubungan kalian J “ Jawab tegas gue.

Pesan terakhir gue tidak di balas oleh ria. Kemudian gue memberitahu jikalau chattingan gue dengan ria ke carlos.

 “ carlos, cewek lo kenapa sih ? ngeselin banget deh. Masa iya dia tegor gue cuman gara-gara gue chat smaa lo. Emang gue salah apa ? Gangguin hubungan lo aja gue ga pernah tuh. Ngeselin banget sih cewek lo !! “
“ Haduh, kenapa sih dengan lo ? kenapa selalu lo ? lo cuekin aja napa sih ? ga usah di ladenin. Ya kalo memangnya menurut lo dia salah ngomong begitu, sudah gue minta maaf. Dan sekang lo ga usah nongol-nongol lagi dalam hidup gue “.
“ Ya ampun carlos, bukan itu maksud gue. Oke kalo begitu, lo juga ga usah nongol-nongol dalam hidup gue juga “.

Akhinya rasa benci gue benar-benar sudah tidak tertahankan. Gue memutuskan untuk tidak ingin bertemu dia lagi selamanya. Sampai akhirnya gue dapat kabar jikalau dia kecelakaan dan koma. Awalnya gue pikir itu hanya sebatas candaan saja. Dan itu ternyata benar. Dikirimlah foto saat carlos di rumah sakit. Sudah terpasang Monitor jantung, Oksigen dan lain-lain. Tanpa gue sadari, air mata guepun membasahi pipi. Gue bertekad untuk menjenguk dia keesokan harinya namun ternyata Tuhan sudah memanggilnya terlbih dahulu. Belom sempat gue menjenguknya dia sudah meninggalkan gue. Gue merasanya menyesal telah memutuskan untuk tidak ingin bertemu dia lagi selamanya. Entah ini kebetulan atau saja memang karena sudah kehendak Tuhan. Sampai gue selesai menulis cerita ini. Rasa bersalah dan menyesal memutuskan perkataan itu masih gue ingat dan tak akan gue lupakan.

Sekarang, gue hanya dapat melewati hari-hari gue tanpa Carlos. Tidak ada yang gue stalking lagi setiap hari status ataupun foto facebooknya. Gue sendiri, tanpa ada satupun yg hadir dalam hidup gue. Bahkan mantan yang lainpun masih belom bisa menggantikan dirinya dalam hati gue. Sendiri dalam kenangan bersama Carlos.

Sekarang yang dapat gue lakukan hanya berdiri tegar, mencoba mengisi hari-hari gue dengan sesuatu yang indah dan mencoba membuka hati kembali untuk orang lain. Sesekali waktu gue selalu memposting foto-foto dirinya di akun facebook gue.

“ Kengangan bersamamu ingin rasanya terulang kembali. Aku yakin kamu adalahorang yang terbaik yang pernah aku miliki. Dan kita akan menjadi sebuah layaknya film berbie yang akan berakhir happy ending. Entah akan menjadi kenyataan atau bayanganku saja. Airmata tak selalu menunjukan kesedihan.begitu pula dengan senyuman. Kamu adalah alasanku untuk tersenyum dan bertahan. Sebuah kata cinta membuatku buta tentang segala hal keburukanmu. Ku usap air mataku, menghulangkan kesedihan mala mini dan katakana pada diri sendiribahwa hidup harus terus berjalan. Terima kasih atas segalanya. Terima kasih, kamu sudah mau berdiri di sisiku dan mengenggam tanganku, memberi arti berbeda dalam perjalanan hidupku. Setidaknya dulu, aku tahu. Aku berdiri untuk siapadan untuk apa. Kini aku hanya berharap, semoga kau tersenyum dirumah Tuhan dan melihatku menulis tentang kisah kita “


 Fanny Permatasari Manurung

1 komentar:

  1. wehh., mengharukan borman., :( Move on dung, berdoa biar dpt cowok yg kayak carlos lgi., hehe., mampir2 juga ni di blog saia na., sperti na ini cocok unk kmu :D http://hartinasamo.blogspot.com/2014_04_01_archive.html

    BalasHapus