Sabtu, 16 Juli 2016

BUKAN PERBEDAAN YANG MERUMITKAN. TETAPI MANUSIA YANG MERUMITKAN




"Mungkin dia bosan. Mungkin dia jenuh. Mungkin dia muak melihat tingkahku yang kekanak-kanakan“.

Manja, pemarah, tidak sabaran, keras kepala, mudah menangis, sesitif, kepo dan menarik kesimpulan sendiri tanpa mendengarkan penjelasan darinya. Berulang kali ia menjelaskan seperti ini itu kepadaku, berulang kali ia melarang ku begini dan begitu. Tetapi semua itu aku rasa sia-sia baginya. Sifatku masih sama walaupun menurutku sendiri ada beberapa dari sifatku yang sudah mulai berkurang.

Aku bukan pacarnya. Aku juga bukan gebetannya apalagi orang teristimewanya. Aku hanya temannya. Teman 1 tahun yang lalu, dan entah apakah sekarang status itu berubah menjadi lebih baik, lebih buruh atau tidak sama sekali berubah. Hubungan kami saat ini memang tidak ada kejelasan. Apakah teman ? apakah sahabat ? apakah orang yang teristimewa atau bahkan orang yang tidak penting.

Makin hari hubungan kami makin jauh. Semenjak aku mengatakan bahwa aku menyukainya. Mungkin  ini salah ku yang telat menyadari bahwa dahulu dia yang selalu menjadi teman curhatku, perhatian denganku dan perlahan merubah sifatku demi kebaikanku. Aku malah menyukai orang lain, yaitu temannya sendiri yang sebenarnya aku belum terlalu dalam mengenalnya. Sekali lagi aku katakan ini salahku. Menyesalkah ? Ya! Aku sama sekali menyesalinya.

Sebelum aku mengambil keputusan bahwa aku memang menyukainya. Aku memikirkannya matang-matang. Mengapa seperti itu ? Alasannya karena kami berbeda suku. Dalam suku ku, kaum wanita diharuskan menikah dengan sesama satu suku. Itulah yang diceritakan nenekku (opung). Maka dari itu aku lebih menyukai pria yang sesama suku denganku.  Tetapi lambat laut penyataan itu mulai memudarkan keyakinanku ketika aku jatuh cinta dengan seorang pria dari sebrang sana. Sebelumnya butuh perjuangan untuk menyakinkan diriku untuk jatuh cinta bahkan menyukainya. Cukup lama aku meyakinkan diriku sampai sempat aku berkata dalam hati ku sendiri “ Sudahlah, ngapain sih suka sama orang yang beda suku sama mu. Ga akan enak, ga akan seru, pengetahuan budaya tentang budaya mu  sendiri tidak akan bertambah jika kamu memilih dia “. Sudah cukup sering kalimat itu muncul sampai mengangguku. Tetapi hati tidak bisa berbohong, sepertinya aku mulai jatuh cinta dengannya.

Pada akhirnya, aku membiarkan hatiku yang memimpin langkahku ini. Aku mulai membuka hatiku untuknya. Membiarkan hatiku menerimanya sampai pada akhirnya kekecewaan yang aku terima. Mungkin bagi banyak orang kekecewaan adalah hal yang menyakitkan sebelum masuk dalam fase patah hati. Namun bagiku, kekecewaan adalah resikoku apalagi aku sempat melihat dia dengan dengan teman wanitanya. Tetapi, aku memilih untuk memendamnya. Meskipun aku tahu, akan ada hati yang tersayat.

Kemudian dari mulai kecewa itulah sikapku berubah. Aku sadar sikapku lebih temperamen, egois, sensitive dan sering menangis. Mungkin rasa kecewa itu sudah memenuhi sudut demi sudut ruang hatiku. Tetapi, saat mulai kembali chatting dengannya ibaratkan sebuah warna biru langit dan merah jambu (pink). Menyejukan, membuat selalu tersenyum, lucu, lucu dan membuat aku lupa bahwa aku punya rasa kecewa dengannya. Aku sangat menikmati obrolan setiap topic yang kami bahas. Seperti layaknya teman, kami saling terbuka satu dengan yang lain.

Sampai pada akhirnya, aku melihat 1 komentar yang membuatku amat sangat mengecewakan. Ia mengatakan padaku bahwa teman wanitanya adalah saudaranya. Tetapi, berbeda dengan 1 komentar postingan tersebut. Aku tidak mau terburu-buru mengambil kesimpulan dari komentarnya tersebut yang ditandai ke media social wanita itu. Aku berusaha menanyakan beberapa teman yang aku coba untuk menapsirkan komentar tersebut dan merekapun mempunyai persepsi yang sama denganku. Disitulah aku pasrah tetapi tidak menyerah. Aku sabar menunggu, sabar menghadapi segala sikapnya dan sabar juga menyikapi omongan teman-teman yang tidak menyukai aku bergalau karenanya. Tetapi aku tetap berusaha untuk bersabar sampai Tuhan memberikan jawaban yang tempat untukku.

*****
Hari itu entah hari apa, yang jelas hari yang tidak ku duga sama sekali. Kami memang sedang chattingan seperti biasa pada saat itu, kemudian ia berkata “aku kagum dengan usahamu. Aku sepertinya luluh”. WOW menurutku itu kemajuan yang luar biasa. Dalam hati berkata “ akhirnya ini orang luluh juga sama gue”. Tetapi baru saja aku menikmati kesenangan itu, dia langsung berkata kembali “ luluh bukan karena aku sudah punya perasaan sama kamu. Maksudku luluh karena perjuanganmu “. Seketika hati ini rasanya pecah. Ternyata persepsi luluh menurut dia adalah perjuanganku, padahal aku sama sekali tidak berjuang tapi aku hanya berusaha saja semampuku. Toh aku hanya membutuhkan kesabaran saja. Kembalilah aku kecewa dan peristiwa ini yang tidak bisa aku lupakan.

Semenjak hari itu semakin hari semakin menambah rasa sayang samanya juga semakin menambah pula rasa kecewa dan patah hati kepadanya. Mungkin sebagian ini karena salahku yang terlalu berharap dan terlalu sayang dengan seseorang yang sudah membuatku nyaman 4 bulan yang lalu. Hari semakin berlalu namun perasaan ini masih sama. Tidak ada yang berubah. Masih tetapi berusaha sabar menunggu maunya dia walapun aku merasa seperti layangan yang sedang dimainkan oleh anak-anak. Ditarik dan diulur dan seterusnya. Semakin bertambah perasaan ini semakin aku merindukannya. Merindukan hal-hal yang biasa aku dan dia lakukan. Tertawa bersama, marah-marah, salah paham seperti halnya orang pacaran padahal kami tidak pacaran.

Harus aku akui, memang beberapa kenyataan bahwa tidak semua yang diharapkan sejalan dengan yang kita mau. Kamu yang mengalah dengan sejuta harapan kepadanya atau dia yang mengalah dengan sejuta harapan aku. Ya tentu aku memilih aku yang mengalah. Aku yang jatuh cinta terlambat kalau aku tidak jatuh cinta terlambat mungkin aku tidak akan merasakan perasaan seperti ini atau jika aku jatuh cinta pertama kali kita dijodohkan oleh teman kita, aku tidak akan belajar untuk menunggu seseorang, bersabar dan tentu menahan rasa kecewa ini.

Terkadang memang ada seseorang yang mencoba mendekatiku, bahkan dia satu suku denganku. Kadang juga dia membuatku jatuh cinta dan hampir lupa dengan orang yang aku sayangi sekarang. Di satu sisi aku ingin mencoba membuka hati untuk orang yang baru tetapi aku juga tidak ingin melepaskan orang yang aku sayang. Namun itu terkesan rakus, serakah dan seperti membutuhkan kasih sayang. Aku tak mau mendapatkan kesan seperti itu dan aku memilih untuk tetap menunggu orang yang aku sayang ini menjawab perasaannya kepadaku.

Dia pernah mengatakan bahwa kamu takut jatuh cinta ? alasannya karena dia pernah beberapa kali merasa tersakiti oleh seorang wanita. Dan pada akhirnya dia takut untuk membuka hatinya, meyakinkan dirinya berkali-kali sampai dia lupa bahwa ada seorang wanita yang menunggu dan merasa tersakiti karena sikapnya. Dan bisa saja perilaku ini yang membuat aku juga takut untuk jatuh cinta lagi. Kalaupun aku boleh bercerita sedikit, akupun pernah mengantungkan harapan ku pada seseorang. Sebelum pada akhirnya aku harus menerima kenyataan bahwa berharap terlalu tinggi akan membutmu terluka terlalu dalam. Lukanya sampai saat inipun masih membekas. Memang tidak terlihat dan tidak berdarah tetapi menyakitkan sekali.

Mungkin kamu merasa jengkel, menyebalkan kepada diriku saat kamu melihat status facebook, bbm hampir semua tentang patah hatinya, sakit hatinya dan galaunya aku sama kamu. Dan pasti kamu berpikir bahwa aku adalah orang yang tidak bisa menulis sedikitpun tentang kegalauan diriku. Mungkin kamu benar. Aku memang masih sering menulis kegalauan-kegalauan gilaku walaupun ga semuanya tentang kegalauanku tentang kamu. Aku senang melakukan hal tersebut. Mencurahkan perasaan ku di media social (facebook, instagram, bbm) walaupun mungkin aka nada yang tidak menyukai itu termasuk kamu.

Dan kamu tau, harapanku sekarang adalah kembali seperti dulu. Chatting denganmu hampir setiap hari dan kamu tidak perlu secuek ini terhadapku. Aku hanya lelah menunggu balasan chatting yang sudah kutunggu-tunggu sampai ke hari esokpun kau tidak membalasnya dan akupun lelah menangis setiap malam hanya karena sikapmu yang terlalu dingin denganku. Aku harap Tuhan menjawab sesegera mungkin doa yang aku panjatkan setiap malam.

Bersambung --.



Sabtu, 04 Juli 2015

Cinta Tanpa Pertemuan

Seorang pria dewasa yang memiliki kepribadian menarik sehingga dapat memikat kaum wanita untuk mendekatinya. Sebut saja dia, Nobita. Aku senang memanggilnya Nobita sebab penampilannya seperti Tokoh kartun Jepang dalam serial Doraemon. Dengan kacamata, baik, sopan dan menghargai wanita. Menurutku itu panggilan kesayanganku kepadanya walaupun kami tidak terkait hubungan apapun. Namun, aku menyayanginya.

            Suatu sore itu, aku galau. Ya, galau karena putus dengan pacarku, Ezer. Aku dengannya memang seringkali bersilih paham. Entah karena hal-hal kecil ataupun hal-hal yang menurut aku tidak perlu di besarkan. Aku dengannya mempunyai watak yang sama-sama keras kepala, kasar dan juga memiliki keegoisan yang sangat tinggi. Mungkin, itu sebabnya kami memilih untuk berpisah.

            Ketika fase dimana galau itu melanda, aku selalu menyempatkan diriku untuk memposting kesedihanku di dunia maya. Tulisku, “ Hiduplah berbahagia dengan pasanganmu disana, sayang. Aku disini mendoakan kebaikanmu walaupun perih “. Bagiku, dunia maya adalah teman yang baik. Baik untuk mengeluarkan emosi, kesedihan, kedongkolan dari dalam hati. Aku tak memperdulikan orang yang berteman denganku di dunia maya. Entah mereka merasakan risih  dengan postinganku ataupun merasa ilfeel melihatku. Aku tidak perduli sama sekali. Yang jelas, saat aku memposting hal-hal yang keluar dari dalam hati atau bisa di bilang unek-unek dan itu membuatku merasa lega. Menurutku, itu lebih baik dari pada aku harus meluapkan emosiku kepada orang-orang di sekitarku.

            Empat orang menyukai postinganku di media social, tiba-tiba satu orang berkomentar di statusku “ sudah, jangan galau terus “. Aku melirik namanya, dia Nael yang sekarang aku sebut dngan Nobita.  Kemudian aku klik nama yang tertera dalam kolom komentar statusku. Aku lirik foto profil tersebut. Ya, aku ingat. Ia adalah teman dari mantanku (bukan Ezer). Nael adalah teman mantanku sebelum aku berpacaran dengan Ezer. Sepengetahuanku dia sudah mempunyai pacar. Namun saat aku lirik status hubungannya ternyata “lajang”. Kepoku berhenti sampai disitu. Masih belum ada rasa ketertarikan saat itu.

            Beberapa hari sesudah kejadian itu, kami seringkali saling ber komentar, chattingan, bercerita tentang masa lalu masing-masing, sharing, bertanya. Hingga pada akhirnya, hatiku dibuat jatuh olehnya.

            Ada perasaan aneh yang masuk ke dalam hati. Aku tak lagi memikirkan Ezer, mantanku itu. Sering kali aku memikirkan Nael (Nobita). Aku merasa ada perasaan berbeda bahkan seringkali mamaku mempergokiku tengah senyum-senyum di depan cermin kamarku. Ya, namanya juga jatuh cinta. Apapun bisa di lakukan ketika sedang jatuh cinta.

            Tanpa aku sadari, makin hari makin bertambah rasa itu kepadanya. Entah darimana asal rasa itu datang. Entah sejak kapan rasa itu bertambah dan entah sejak kapan rasa itu berubah menjadi sayang. Kali ini bukan suka yang aku rasakan akan tetapi rasa sayang yang aku rasakan.

            Seperti pada judul ceritaku, aku dan nael tak pernah bertemu. Kami hanya di pertemukan di salah satu media social. Tanpa disengaja. Aku tahu, aku yang memulai jatuh cinta, bukan dirinya. Dan aku paham betul aku yang memiliki perasaan ini terlebih dahulu dan sekarang aku yang harus berjuang untuk memikat hatinya tanpa harus memperdulikan hatiku yang mungkin pada saat itulah awal mulanya aku berharap (lebih).

            Seperti pada umumnya orang-orang jatuh cinta. Aku sering memperhatikannya walaupun hanya lewat social media, melirik social medianya hanya untuk hiburan ketika aku mulai merindukannya. Memberi semangat kecil sekadarnya. Walaupun, aku tahu banyak sekali wanita sepertiku yang selalu menyemangatimu. Aku hanya bisa seperti itu, hanya bisa menyemangatimu dari handphoneku, merangkai kata-kata untuk membuat dirimu selalu bersemangat tanpa ada kata lelah dan menyerah. Sejujurnya, aku pasti kalah bersanding dengan wanita-wanita yang berada disekitarmu. Mereka bisa melakukan lebih dari apa yang aku lakukan. Mungkin bahkan lebih berkesan di bandingkan apa yang aku lakukan. Aku hanya ingin kau tau ada seseorang yang ingin kau lirik sepenuh hati saat itu juga.

Menstalking media sosialmu adalah hobi ku setiap di sela-sela kesibukan kuliahku. Aku kepo dengan apa yang kamu lakukan setiap hari, foto-fotomu bersama teman-temanmu, bahkan terkadang aku merasa ikut bahagia ketika melihat fotomu tersenyum. Ya, aku akui senyumanmu yang membuat aku bisa merasakan jatuh cinta. Aku tak mampu menjelaskan bagaimana senyumanmu. Yang membuatku merasa aneh adalah itu senyuman hanya di sebuah foto. Di foto saja kamu bisa membuatku jatuh cinta apalagi ketika kita di takdirkan oleh Tuhan untuk bertemu ?. Meskipun sejujurnya, aku ingin berada di sampingmu memberi perhatian khusus seperti orang pacaran walaupun kenyataannya sulit.

Tidak luput, aku selalu mendoakanmu setiap menjelang tidurku. Di tengah-tengah doa tidur yang aku panjatkan untuk sanak saudara, kerabat, teman dan orang tua. Aku selalu menyelipkan namamu dalam doaku. Apapun yang aku doakan yang terbaik untuk dirimu. Kelak, jika Tuhan menjawab doaku untuk bertemu denganmu dan menjalin suatu hubungan, aku tak akan pernah menyesal sekalipun telah berdoa, berusaha dan berjuang untuk dirimu. Tolonglah, biarkan rinduku aku sampaikan. Bukan untuk memaksamu merindukanku kembali. Aku hanya ingin mencintaimu tulus tanpa pernah memaksamu untuk membalasnya kembali. Karena bagiku, cinta bukan paksaan tapi cinta datang tanpa paksaan.

Aku mulai jatuh cinta saat kau mengeluarkan kata-kata bijakmu kepadaku. Menasehatiku seperti betapa kau perduli denganku, menasehatiku seperti betapa kau membuatku bangkit dari rasa galauku, menasehatiku seperti betapa kau meyakinkanku semua akan baik-baik saja.

Ibarat seperti wanita yang sedang menjalankann wisudanya di hari bagianya lalu datang seorang pria yang memberikan mawar merah, merah muda dan putih. Begitulah perasaan saat aku memulai pembicaraan melalui obrolan di facebook ataupun BBM denganmu. Ada rasa senang, bahagia, ketagihan chattingan saat itu. Bahkan jikalau perlu sampai pagi chattingan denganmu. Gimana bisa sebahagia itu ?. Ya, kamu pasti akan merasakan seperti ini saat aku bertemu dengan idolamu. Sangat antusias, gembira, senang dan bahagia. Jika disuruh untuk menjelaskan dimana letak bahagia itu ? mungkin sebagian besar akan menjawab “nggak tau” atau menjawab “ya bahagialah, orang ketemu idol gue banget”. Sama halnya diriku yang bahagia walaupun hanya chattingan saja.

Ketika kau memulai untuk membalas pesan seseorang yang kau cintai, mungkin saja kau akan merangkai kalimat yang tepat bahkan membaca berulang kali isi balasanyang ingin kau kirim. Bagi orang yang sedang jatuh cinta yang penting adalah bagaimana bisa mempertahankan chattingan tersebut sampai lama bahkan bisa bersambung keesokan harinya.

Menunggu balesanmu adalah hal yang sering aku takutkan. Ya, aku takut hanya di baca saja tanpa mau membalas, aku takut pesanku yang mungkin melukai hatimu ataupun aku takut ketika aku menganggu kau yang sedang bergelut dengan tugas kuliahmu. Sebenarnya, tak perlu perasaan selebay ini di permasalahkan atau di takuti. Yang namanya proses jatuh cinta itu ya seperti ini. agak sulit untuk di mengerti namun kenyataannya begini.

Orang yang jatuh cinta selalu dapat membuat sifat seseorang berubah secara mendadak. Temanku yang berpenampilan ga karuan sekarang telihat rapih semenjak ia jatuh cinta. Temanku yang sering berbicara seperti ingin memakan orang dengan nada suara 3 oktaf, berubah menjadi lemah-lembut dan anggun semenjak ia jatuh cinta juga. Namun, ini tidak berlaku samaku. Aku biasa aja. Berubah sekalipun kaya wonder women atau pahlawan bertopeng pun tidak akan pernah dia perdulikan. Secantik apapun aku memfoto diriku dengan kamera 360 atau B612 hanya sekali saja dia merespon “manis kali”. Sesudah itu mana ada komentar darinya. Inilah resiko menyukai pria cuek, dewasa dan berwibawa sekali.

Aku selalu mengeluh, sebenarnya ada apa dengan perasaanku ?. Temanku sering bertanya padaku “ Loh, kok bisa sih suka sama orang yang belum pernah ketemu ?. apa sih yang kamu suka dari dia kan belum pernah ketemu “. Alasanku selalu berkata “ Aku nyaman ketika berbicara dengannya “. Akan tetapi, aku pikirkan kembali apakah memang aku nyaman ataukah aku terbawa oleh perasaan. Kata orang gahol itu namanya baper. Ini masih misterius dan belum dapat aku pecahkan sampai sekarang.

Setiap malam aku selalu memikirkan dirinya. Dahulu yang sering kali chattingan hingga pukul 02.00 pagi. Sekarang ?? aku tidur lebih cepat, melihat handphone tidak ada satupun chattingan dari dirinya. Aku teringat, setiap kau mengeluh sakit di dalam status media sosialmu. Aku sangat antusias memperhatikanmu dari mulai hal yang terkecil. Mengingatkanmu untuk mengurangi merokok demi kesehatanmu. Khawatir ketika kau mengeluh sakit hebat. Seharusnya aku yang merawatmu, memanjakanmu di sampingmu tetapi aku hanya bayangan dunia maya saja.

Tengah malam itu hujan mendadak turun dengan cepat. Membasahi tanah sekitar halaman. Saat itu aku dan dia sedang chattingan. Rupanya, dia mengetahui jikalau aku menyukainya. Ya, aku yang selalu bermain kode kepada seseorang yang aku sukai ternyata telah sampai kepadanya. Waktu itu kami ngobrol agak lama, sampailah pada satu pesan dirinya yang bertanya,
“ mik, kau menyukaiku ?”.Tanyanya
“ apa ? ah tidak. Itu tidak “. Jawabku
“ sudahlah jangan di sembunyikan. Aku mengetahuinya kok “. Ucapnya
“ hehe, nggak kok. aku nggak menyukaimu “ sangkalku
“ ohh begitu ? yakin nih ? sudah tidak apa-apa kok kalo kau menyukaiku” desaknya
“ hmm, ya aku jujur. Aku menyukaimu, nael “ ucapku
“ kau wanita yg baik, polos, sedikit tomboy. Seharusnya kamu mencari pria yang berada disekitarmu dahulu. Aku tak sebaik yang kau pikirkan “ jawabnya
“ ohh begitu. Ya sudah. Maaf “.

Disitulah terakhir hubungan kami baik-baik saja. Setelah peristiwa itu, semua terasa berbeda. Sampai akhirnya aku mengatakan bahwa “aku mengasihinya tulus”. Aku tak perduli latarbelakang keluarganya yang mampu atau tidak mapun atau yang lainnya. Yang ada dalam pikiranku adalah “ aku mengasihinya tulus “. Mungkin, yang menjadi kendala adalah sebuah kata “pertemuan”. Hanya aku saja mungkin yang merasakan atau berpendapat cinta dapat tumbuh walaupun tanpa pertemuan. Aku mengerti cara berpikir dia, karena lelaki memang lebih memilih untuk memakai logika di banding perasaannya.

Namun, tiba-tiba ada hal yang membuatku tersadar. Alasan yang selalu aku utarakan kepada teman-temanku soal “nyaman” sekarang tidaklah nyaman. Bagaimana bisa terjadi ?. Aku bahkan tidak mengetahui hal itu bisa berubah secepat mungkin ketika dia hanya mengganggapku sebagai adiknya. Besar harapanku untuk bersamnya seketika retak. Aku jatuh pada seseorang yang hanya menganggapku sebagai adik. Dan mungkin tidak akan pernah lebih.

Yang dalam pikiranku sekarang. Apakah aku salah ? siapa yang salah sebenarnya ? aku atau perasaan ini ? apakah ada cinta yang salah ? apakah cinta pantut untuk di salahkan ? lantas, kenapa ada kisah seperti ini ? pada saat kita mengharapkan sesuatu yang lebih dari seseorang yang kita cintai namun tidak sesuai dengan apa yang kita inginkan.

Pada saat seperti ini. aku ingin sekali dapat memilih. Bertahan dan terus berjuang untuk mendapatkan cintamu atau pergi meninggalkan rasa yang pernah ada. Aku tahu, ini adalah hal yang harus aku pilih walaupun sulit. Namun, mencintaimu bukan suatu yang patut aku salahkan. Mungkin saja cinta kali ini datang dengan scenario Tuhan yang lebih menarik. Ya lebih menarik dan menguji kesabaran dan menguras air mata. Memilih untuk sanggup bertahan walaupun salah satunya akan tersakiti atau pergi meninggalkan kisah ini sampai disini dan memulai kisah baru. Namun, saat aku memilih untuk memutuskan hal-hal tersebut. Aku harus memahami dan mempastikan diriku tidak menyesal atas pilihan tersebut.

Soal mencintaimu adalah pilihan yang mempunyai resiko yang besar. Aku paham sekali bagaimana hatiku berkerja memulihkan semua keadaan. Kata orang  “cinta akan tumbuh dengan seiringnya waktu yang terus berjalan”. Terkadang dampaknya bisa baik ataupun sebaliknya memperburuk keadaan yang semulanya baik-baik saja.

Maafkan jika aku selalu membuatmu pusing akan perasaanku ini. Namun ketika aku tahu kau mulai jatuh kepada orang lain. Menanyakan kabar orang lain. Semua yang kau lakukan tidak luput dari pusat perhatianku. Meskipun tidak semua status  mu aku perhatikan dengan detail.
Maafkan aku, aku memilih diam untuk saat ini. karena aku ingin mengetahui responmu terharapku ketika aku menghilang. Apakah kau mencariku atau tidak sama sekali. Dan ternyata TIDAK.

Dan suatu saat nanti, aku satu-satunya wanita yang menunggumu menyapaku terlebih dahulu bahkan menunggumu menceritakan seseorang yang kau cintai kepadaku. Meskipun aku merasakan luka yang sama sebelumnya. Ya, setidaknya samapi hatiku berkata “ Aku lelah Tuhan”.

*****

Seperti hari-hari biasanya. Aku menunggu pesan singkat darinya. Masih terus menunggu berharap ia menanyakan keadaanku. Namun, itu hanya sebuah harapan yang tak akan pernah terwujud. Mungkin ini bagian yang tidak menyenangkan. Selalu menunggu tanpa kita tahu hasil akhirnya seperti apa.

Seringkali aku ingin menanyakan kabarnya kembali. Namun, sahabatku yang menjadi teman curhat setiap aku galau selalu berkata “sudalah, mik. Kau masih saja mengharapkan dia. Lupakan! Dia bukan pria yang baik untukmu. Jika dia pria yg baik bahkan mencintaimu juga, dia tidak akan membuatmu menunggu akan hal yg tak pasti ataupun membuatmu bersedih seperti ini”. Apa yang sahabatku katakan memang benar. Semua benar. Akan tetapi, hati ini yang bersikeras untuk tetap bertahan. Kadang terlintas dalam benakku, aku ingin bebas dari bayangnya, tetapi hati ini seakan mematahkan ucapan itu lalu memutar balikannya kembali.

“aku lelah Tuhan. Ya, sangat lelah dengan perasaan ini. Semakin hari, semakin lelah hati ini untuk menunggu. Kapan Tuhan aku bisa melepas utuh rasa ini?”. Itu yang selalu aku ucapkan ketika aku lelah berjuang.

Aku lelah terus berpura-pura tersenyum dihadapanmu hanya karena ingin menunjukan aku wanita yang dewasa. Bukan wanita yang cengeng dan manja. Aku pikir, setelah aku putus dengan Ezer, aku akan lebih baik. Namun kenyataannya ? aku memang sudah lebih baik sebelum aku menyimpan rasa terhadapnya.

Sesekali aku merenung. Apa yang sudah dia perbuat sehingga aku bisa seperti ini. Jatuh cinta sejatuh-jatuhnya kepadanya. Bahkan tanpa bertemu. Mungkin aku wanita yang bodoh, dapat menaruh hati kesembarangan pria yang akhirnya menyakitiku.

Diam-diam aku menjadi tidak tahu malu. Bahkan melakukan hal yang menurut para wanita paling gengsi. “aku menyatakan perasaanku terhandanya”. Mungkin bagi sebagian wanita yang mengalami peristiwa sepertiku ini hal yang tidak memalukan. Namun, sebagian wanita lainnya pernyataan seperti ity seperti wanita yang tidak tahu malu bahkan dipandang sebelah mata. Toh juga wanita punya hak untuk menyatakan perasannya, bukan?. Ini bukan masalah lebih dulu siapa yang menyatakan perasaan. Namun, ini masalah perasaan yang sama sensitifnya seperti bokong bayi. Tanpa aku sadari, aku tengah memaksamu untuk mencintaiku dengan cara mengirim atau membuat postingan tentang dirimu, berasa seperti aku wanita yang paling mencintaimu sekaligus menyakitiku. Aku seolah lupa bahwa cinta bukan soal paksaan, akan tetapi soal saling mengasihi. Hingga saat ini, apakah aku sanggup membiarkan hatiku luka kembali. Lalu, mungkin akan bahagia atau tidak bahagia sama sekali.

Ada yang benar-benar aku pahami, penting bagiku untuk saling mengintropeksi diri tentang proses perjalanan cintaku selama ini, apakah sudah berjalan lebih baik atau sama seperti sebelum-sebelumnya.

Maaf untuk perasaan yang aku biarkan perlahan memudar. Aku ingin lari dari luka pedih ini. Juga untuk kita yg belum sempat Tuhan pertemukan. Aku memilih untk membiarkan rasa ini pudar bukan karena cinta ini sudah habis. Namun, demi luka yang ingin aku obati secara perlahan.

Aku akan belajar melepaskan apa yang sebenarnya tak semudah yang dipikirkan. Namun, cinta perihal soal hati; bertahan dalam kesendirian yang sama sekali tidak pernah kau tawari aku kebahagiaan bahkan kesempatan untuk membahagiakanmu.

Mengumpulkan keberanian untuk pergi dari duniamu adalah bukan hal yang mudah. Selalu ada hati yang siap patah untuk saat itu. Berhenti menstlakingfacebook, twitter , status bbm mu adalah hal tersulit bagiku. Berhentimerindukanmu setiap malam. Berhenti mencari tahu tentang dirimu.

Mungkin, jikalau tiba-tiba kau menyadari rasa ini tidak lagi sama seperti dulu kala. Jangan salahkan aku. Aku sengaja mengabaikannya bahkan membunuhnya secepat mungkin. Karena aku pikir tak ada lagi gunanya terus menunggu dan bertahan dengan seseorang yang sama sekali tidak mengharapkanku untuk menghuni hatimu. Buanglah, buanglah rasa itu sejauh mungkin. Biarkan rasa itu benar-benar punah seiring waktu yang terus berjalan. Aku tidak akan menyesali keputusanku karena menurutku ini yang terbaik. Aku hanya menyesal mengapa hati ini jatuh terlalu dasar kepadamu. Hingga aku tidak memperdulikan ocehan nasehat-nasehat teman-temanku.

Ada satu yang aku mengerti, kadang kita dengan sengaja menunggunya berharap ia akan mengerti perasaan kita. Namun kenyataannya tidak sama sekali. Hanya membuang waktu dan energy saja.

Mungkin saat kau melihat tulisan ini di facebook dan blogku. Dari awal menceritakan kesedihan, patah hati yang aku rasakan. Tulisan ini menceitakan tentang perasaabku kepadamu. seolah-olah, aku sangat mencintaimu walaupun kita belum bertemu. Kau terlihat hebat di cerita ini. Membuat wanita sepertiku mencintaimu tulus. Kau tak salah beranggapan seperti itu, memnag kenyataannya seperti itu. Namun bukan berarti aku selalu terlarut dalam kesedihan ini. aku masih bisa tersenyum di dekat sahabat, keluarga dan teman-teman kampusku. Dan aku hanya memilih mengenangmu dalam sebuah tulisan mini dalam memo handponeku.

Setelah semua ini berakhir, aku akan kembali seperti wanita-wanita yang lain. merasakan jatuh cinta kembali. Menikmati masa-masa kesendirian, kesedihan, patah hati bahkan bertemu dengan Nobita yang baru. Belajar memahami lagi, memulai dari awal lagi, membiarkan perasaan aneh tumbuh dan berkembang lagi. Namun sebagai wanita yang pernah mencintaimu, masih saja membuatku merasakan sedikit rasa trauma yang membekas dalam hati.

Dan pada akhirnya, aku mensyukuri apapun yang terjadi hari ini. Buruk, baik, sukacita, dukacita tetap mengucap syukur kepada Tuhan. Ya, walaupun pada akhirnya yang kamu perjuangkan begitu keras tidak pernah meresponmu balik. Namun, lakukanlah yang terbaik. Tuhan selalu meyediakan yg terbaik.  



Selasa, 24 Maret 2015

SEPUCUK KISAH UNTUKMU DI SURGA


Huah.. saat pertama kali aku melihatmu, jantungku berdetak kencang. Denyut nadi seakan-akan  terasa mengalir dari dada ini sampai ke seluruh tubuh. Masih ku ingat saat kau sapa diriku, tak berdaya diriku dibuat olehmu. Keringat dingin sampai ke telapak tangan ketika diriku berhadapan denganmu.

Mimpi yang selama ini gue nantikan, akhirnya terkabul. Gue jadian dengan orang yang gue sukai. Jelas, gue suka. Dia itu hitam manis, tinggi, pemain basket dan yang paling buat gue berasa seperti di pelet adalah senyumnya. Senyumannya ibarat seperti mantra ajaib yang membuat gue ga bisa berbicara ketika dia senyum. Itulah gambaran yang bisa gue jelaskan tentang seseorang yang special ini dalam hidup gue. Dan gue hanya berharap, hanya dia yg pertama dan terakhir dalam hidup gue hingga semuanya akan indah sampai akhir nanti.

TING TONG TING TONG ……

Suara pesan di handpone gue pun berbunyi. Entah siapa yang SMS yang jelas gue berharap dia. Dan ternyataaa ituu.. bukan dia melainkan operator yang sering membuat gue kesal dengan sms mempromosikan hal-hal yang menurut gue ga penting sama sekali dan nggak berpengaruh bagi gue. Gue masih terus berharap. Sekali, dua kali handphone gue berbunyi ternyata bukan dari dirinya. Terus menatap layar handphone membuat gue bosan hingga gue lemparkan handphone itu ke kasur. Yang gue pikirkan saat itu hanya, apakah dia menyukaiku atau dia tidak menyukaiku?. Gue hanya bermimpi untuk jadi miliknya. Ya, walaupun memang kadang mimpi lebih indah dari pada kenyataan.

Akhirnya, karena gue bosen dengan suasana kamar yang begitu-begitu saja tidak berubah gue memutuskan untuk pergi keluar kamar hanya sekedar melepaskan rasa galau gue karena tidak di sms oleh dia. Berbincang di sore hari bersama tante dan opung membuat gue sedikit melupakan rasa galau itu. Setelah satu jam lebih gue ketawa-ketiwi dengan tante dan opung lalu gue pergi ke kamar bermaksud untuk melihat apakah ada sms atau tidak. Dan ternyata ada., Ada satu pesan dengan nomer yang tidak gue kenal berada di kotak masuk handphone gue. Dengan wajah penasaran, gue membuka pesan kotak masuk itu. Dan ternyata pesan itu dari cowok yang sepecial buat gue. Namanya Carlos Teguh Anugrah.

“ hai, ini Fanny kan ? “. Sms Carlos.
“ iya, ini siapa ya ? “. Jawab gue.
“ hahaha, mau tahu banget apa mau tahu aja ? “
“ apaan sih lo! Ga usah jail deh. Gue lagi nunggu calon cowok gue sms. So, lo jangan ganggu-ganggu gue, oke ! GUE SIBUK ! “. Dengan wajah kesal.
“ hmm, sorry deh gue ganggu. Cuman gue mau nanya dong, calon cowok lo siapa ? “
“ yaelah ini orang kepo banget ya. Calon cowok gue itu namanya Carlos Teguh Anugrah. Lo ga bakalan tau kok orangnya. Lagian lo siapa sih ?  kok nanya-nanya, lagian bukan urusan lo kok “
“ ohh, Carlos Teguh Anugrah. J.Gue ini, ya carlos teguh anugrah. Yang tadi lo bilang gue calon pacar lo, hahaha J
“ waah, serius? Ini carlos ? maaf-maaf jadi malu L

Semenjak sms itulah kami menjadi dekat. Kedekatan kami rupanya terdengar sampai ke telinga Nita. Nita tidak terima jikalau Carlos menyukai cewek selain Nita. Apa lagi pada saat itu Gue dan Nita masih sebagai adik kelas carlos. Akhirnya, nita terbakar api cemburu saat nita mendengar kedekatan gue dan carlos sudah cukup lama. Nita pun menegor gue dengan berbicara “ Carlos itu suka sama gue tahu. Jadi lo mending ga usah deketin dia deh “.

            Pada saat itulah gue tahu bahwa cowok yang gue suka di sukai oleh teman gue, Nita. Awalnya gak ada niat untuk terus melanjutkan rasa suka ini. Namun Carlos yang terus mendekati gue hingga perasaan ini semakin hari semakin bertambah bukan semakin menghilang.

Kami masih sering bertemu di gereja, apa lagi saat itu bulan desember. Frekuensi pergi ke gereja untuk latihan Natal semakin sering sehingga sering bertemu dengan dirinya. Entah apa yang dia suka dariku namun perjuangannya sangat terlihat di mataku dan juga teman-temanku. Mulai dari mengambil fotoku secara sembunyi-sembunyi walaupun akhirnya di ketahui kakak tingkat tertua di atas kami dan mencari tahu soal hobby dan mengkepoin status facebookku.

Perjuangan selama satu bulan sudah ia tunjukan.. Perjuangannya pun tidak sia-sia. Ia menyatakan perasaannya di depan gue. Tepat di malam natal, 24 Desember 2009 lalu.

( Di SMS )
“ hay fann. Kamu mau gereja kan malam natal ini ? aku jemput ya ? “ nada penuh semangat
“ gak usah, gue bareng keluarga “ nada datar
“ oh gitu ya, ya sudah selamat bertemu di malam natal “

            Malam natal pun sudah datang. Gue dan sekeluarga pergi ke gereja dengan penuh sukacita. Setibanya di gereja, gue duduk di tempat biasa setiap minggu gue gereja. Seperti kebiasaan setelah memasukin gereja. Gue berdoa dan berharap ada kado natal terindah tahun ini buat gue. Setelah selesai berdoa, gue bermaksud melihat handphone untuk melihat apakah ada sms dari sobat gue, Okta. Ternyata okta tidak dapat hadir pada malam natal itu. Dan itu membuat gue sedih sebab dia lah satu-satunya sobat gue yang selalu gue ceritakan soal carlos.

Acara ibadah malam natal itu pun berjalan dengan penuh sukacita. Gue mengikuti acara ibadah tersebut dengan baik tanpa ada kegaduhan sebelum carlos dan sahabatnya datang mengganggu gue.

“ fan, ikut aku yuk dulu sebentar “. Kata Carlos
“ mau kemana memangnya ? gak lihat masih dalam acara ibadah ? “ wajah datar gue.
“ (wajah membujuk) sebentar aja fan, sebentar lagi juga acara ibadahnya sudah selesai kan ? ayolah fann. Sebentaaarrr ajaaaaaa. “
 “ iya “. Ketus gue
“ ya sudah, ayo ikut gue. Ini cuman sebentar kok “. Bujuk Carlos.

Akhirnya gue pun mengikuti permintaan carlos untuk mrngikutinya pergi. Carlos pun menarik tangan gue untuk segera pergi dari ibadah natal yang sebentar lagi selesai. Carlos menarikku ke tempat sepi. Gue ga tau apa yang mau di lakukannya. Gue hanya bisa diam sekaligus senang karena pertama kali itulah tangan gue di genggam oleh cowok yang special buat gue dan juga sekaligus berpikiran negative soal tempat yang sepi tersebut.

“ lo dan sahabat lo mau bawa gue kemana ? “ tanya gue
“ sudah, jangan banyak tanya sih. Ikuti saja “ Jawab sahabat carlos

Gue hanya bisa diam dan mengikuti jejak langkah kaki mereka berdua sambil berpikir semoga Tuhan melindungi gue dari mereka berdua ini.

Akhirnya, sampailah pada tempat yang sudah mereka siapkan. Tidak so sweet seperti pos kamling namun bukan pos kamling lebih tepatnya seperti tempat duduk biasa namun ada atap yang menutupinya dan hanya ada bangku dan atap. Tiba-tiba carlos berdiri di hadapanku dan memegang kedua tanganku.

“ (wajah gugup) fan, gue mau jujur. Dari pertama gue lihat kamu di gereja, lo beda dari pada cewek yang lain. Lo sederhana fan. “ ucap Carlos
“(wajah kaget ) apa ? terus ? “
“gue suka lo dan lo mau gak jadi pacar gue ? “ ucap Carlos
“ ( wajah kaget ) hah ? lo nembak gue ? “
“ ( wajah memerah ) iyaa, lo mau gak ? “ tanya Carlos
“ sudah terima saja fan “ kata sahabat carlos
 “ ( wajah malu ) hmmmm, gimana ya ? hmm, iya deh “ jawab gue sambil senyum malu.
“ (dengan wajah senang ) serius fan ? jadi kita jadian? hahaha “
“ ( wajah malu ) iyaa “
 “ ( sambil peluk Carlos ) widih, selamat ya bro sudah jadian. ciye ciye “ ejek sahabat carlos
“ ( senyum keliatan gigi sedikit ) hihihi “ senyum gue dan allo.

Beberapa saat setelah itu, kami kembali ke gereja untuk melanjutkan ibadah natal. Saat gue memutuskan untuk menerima carlos menjadi pacar gue, pasti ada seseorang yang merasa tersakiti. Namun hidup itu untuk memilih. Gue lebih memilih jadian dengan carlos walaupun pada saat itu gue ga mau menyakiti teman yg menyukainya.

Seperti pada pasangan biasanya, kami jalan bersama, makan bersama, ikut kegiatan gerejawi bersama dan terkadang carlos juga suka jemput gue pulang sekolah. Ya seperti itulah kegiatan kami selama kami berstatus pacaran.

Satu sampai enam bulan. Kami masih terlihat mesra dan jalan bareng tanpa ada yang namanya pertengkaran. Masuk di usia pacaran kita ke satu tahu, di situlah kadang pertengkaran itu terjadi. Mulai dari lama bales sms dan lain-lain. Di usia satu tahun enam bulan, kemesraan itu semakin hari semakin sedikit yang gue rasakan. Sampai usia pacaran kami dua tahun, pertengkaran dalam hubungan kami semakin menjadi-jadi hingga pada akhirnya salah satu dari kami meminta putus hanya karena ada Hello Kitty diantara hubungan gue dan carlos.

( di telepon )
“ carlos, kenapa sih lo berubah ? “ tanya gue
“ berubah apaan ? lo aja kali ah !. Sudahlah gue lagi males ngomong sama lo “. Ketus Carlos
“ loh kenapa sih ? aneh deh gue sama lo”
“ sudah ah. Jangan cerewet. Lo ga usah telepon gue lagi !! ngerti ?? “ ketus Carlos
“ ( sambil nangis ) loh kok gitu ? apa alasannya ? “
“ rewel lo ! kalo lo masih telepon atau sms lagi !! kita putus !! “. Telepon di tutup.
“ ( menangis histeris ) “

Keesokan harinya, setelah pertengkaran malam yang hebat tersebut. Pada pagi hari sekitar pukul 07.00 WIB, handphone gue berbunyi dan mendapatkan nomer telepon baru yang ada dalam kontak masuk. Dengan mata masih bengkak dan sembab, gue mencoba membuka sms itu ternyata nomer baru dan ternyata nomer itu adalah carlos.

0822178011XX - Fan, kita putus. Gue mau focus sekolah dulu “

Saat membaca sms itulah hati gue hancur. Hanya bisa menangis melihat cowok yang gue sayang mengakhiri hubungan yang sudah di bangun 2 tahun tersebut dengan kata “ gue mau focus sekolah dulu “. Padahal saat gue lihat status terakhir dia di facebook, dia menulis :

“ Carlos Teguh Anugrah -Hmmm, rasa nya aku sudah bosan dengan yang lama. Pengen cari yang baru saja.

Dan mau tidak mau. Akhirnya gue dan carlospun putus pada tanggal 03 januari 2011. Gue berusaha move on. Selama 4 tahun sampai sekarang, gue masih belum bisa move on dengan dirinya. Terlalu sayang, telalu cinta itulah alasan kenapa gue masih bisa betahan dan berharap balikan lagi dan menjadi yg  terakhir dalam hidup gue. Namun sayangnya, itu hanya sebuah mimpi. Dia sudah mempunyai kekasih. Kadang gue ingin memutar kembali waktu. Tapi gue tahu, itu sudah tidak mungkin. Hal yang sekarang dapat gue lakukan hanyalah menerima kenyataan yang sudah ada.

Selama 4 tahun itulah gue hanya bisa stalking facebooknya. Tanpa chatting dan tanpa komentar apapun. Gue hanya bisa melihat hasil foto-foto mereka berdua di facebook. Pegangan tangan, jalan mesra, makan bersama seperti saat gue bersama dirinya dahulu. Andai cewek itu adalah gue dan andai dia tahu ada seorang cewek yang tulus mencintai dirinya dan masih berharap untuk dirinya kembali.

Gue memang membencinya dan amat sangat membencinya namun cinta yang dulu pernah gue rasakan dan gue berikan dapat meluluhkan rasa benci dalam hati gue.

Tiga bulan setelah ulang tahunnya, gue berpikir cukup lama gue berdiam diri untuk menyembunyikan perasaan ini. Akhirnya gue mencoba menjalin komunikasi yang baik dengannya walaupun gue tahu dia sudah mempunyai kekasih yaitu Ria. Bukan bermaksud untuk merusak hubungan dia dengan ceweknya namun gue hanya rindu. Rindu masa-sama dimana gue sering bercanda dengannya. Tetapi, baru saja chatting dengan dia satu hari yang lalu. Ceweknya sudah di bakar api cemburu.

“ hey, lo ngapain sih chatting sama cowok orang ? “. Kata Ria.
“ Maaf ya ! gue cuman nanya tentang saudara gue kok. Tenang aja kali gue ga akan ganggu hubungan kalian J “ Jawab tegas gue.

Pesan terakhir gue tidak di balas oleh ria. Kemudian gue memberitahu jikalau chattingan gue dengan ria ke carlos.

 “ carlos, cewek lo kenapa sih ? ngeselin banget deh. Masa iya dia tegor gue cuman gara-gara gue chat smaa lo. Emang gue salah apa ? Gangguin hubungan lo aja gue ga pernah tuh. Ngeselin banget sih cewek lo !! “
“ Haduh, kenapa sih dengan lo ? kenapa selalu lo ? lo cuekin aja napa sih ? ga usah di ladenin. Ya kalo memangnya menurut lo dia salah ngomong begitu, sudah gue minta maaf. Dan sekang lo ga usah nongol-nongol lagi dalam hidup gue “.
“ Ya ampun carlos, bukan itu maksud gue. Oke kalo begitu, lo juga ga usah nongol-nongol dalam hidup gue juga “.

Akhinya rasa benci gue benar-benar sudah tidak tertahankan. Gue memutuskan untuk tidak ingin bertemu dia lagi selamanya. Sampai akhirnya gue dapat kabar jikalau dia kecelakaan dan koma. Awalnya gue pikir itu hanya sebatas candaan saja. Dan itu ternyata benar. Dikirimlah foto saat carlos di rumah sakit. Sudah terpasang Monitor jantung, Oksigen dan lain-lain. Tanpa gue sadari, air mata guepun membasahi pipi. Gue bertekad untuk menjenguk dia keesokan harinya namun ternyata Tuhan sudah memanggilnya terlbih dahulu. Belom sempat gue menjenguknya dia sudah meninggalkan gue. Gue merasanya menyesal telah memutuskan untuk tidak ingin bertemu dia lagi selamanya. Entah ini kebetulan atau saja memang karena sudah kehendak Tuhan. Sampai gue selesai menulis cerita ini. Rasa bersalah dan menyesal memutuskan perkataan itu masih gue ingat dan tak akan gue lupakan.

Sekarang, gue hanya dapat melewati hari-hari gue tanpa Carlos. Tidak ada yang gue stalking lagi setiap hari status ataupun foto facebooknya. Gue sendiri, tanpa ada satupun yg hadir dalam hidup gue. Bahkan mantan yang lainpun masih belom bisa menggantikan dirinya dalam hati gue. Sendiri dalam kenangan bersama Carlos.

Sekarang yang dapat gue lakukan hanya berdiri tegar, mencoba mengisi hari-hari gue dengan sesuatu yang indah dan mencoba membuka hati kembali untuk orang lain. Sesekali waktu gue selalu memposting foto-foto dirinya di akun facebook gue.

“ Kengangan bersamamu ingin rasanya terulang kembali. Aku yakin kamu adalahorang yang terbaik yang pernah aku miliki. Dan kita akan menjadi sebuah layaknya film berbie yang akan berakhir happy ending. Entah akan menjadi kenyataan atau bayanganku saja. Airmata tak selalu menunjukan kesedihan.begitu pula dengan senyuman. Kamu adalah alasanku untuk tersenyum dan bertahan. Sebuah kata cinta membuatku buta tentang segala hal keburukanmu. Ku usap air mataku, menghulangkan kesedihan mala mini dan katakana pada diri sendiribahwa hidup harus terus berjalan. Terima kasih atas segalanya. Terima kasih, kamu sudah mau berdiri di sisiku dan mengenggam tanganku, memberi arti berbeda dalam perjalanan hidupku. Setidaknya dulu, aku tahu. Aku berdiri untuk siapadan untuk apa. Kini aku hanya berharap, semoga kau tersenyum dirumah Tuhan dan melihatku menulis tentang kisah kita “


 Fanny Permatasari Manurung

Jumat, 20 Februari 2015

Facebook

Kalian pasti tidak heran lagi dengan situs ini. Ya.. siapa lagi kalau bukan facebook. Kalian-kalian yang suka selfie-selfie-an dan upload foto untuk di lihat ke teman-teman kalian yang jauh disana dan juga yang lagi jom to the blo waktunya ajang CARI JODOH !! jreeengggg… !!! pastinya pada betah di depan computer sambil mengulak-ngulik akun facebook kalian (sekaligus add cowo/cewe ganteng hahaha). Yang dulunya hanya kirim-kirim email atau surat-suratan dengan media elektronik email atau friendster dan sekarang sudah beralih ke facebook.

Facebook adalah media social atau salah satu dunia maya yang sedang meroket di kalangan remaja, dewasa muda hingga orang tua hahaha #gaol men !!. Siapa gitu loh yang gak kenal dengan situs face to the book facebook sebelum twitter, instragam, path dan kawan-kawannya lahir dunia. Sekedar informasi saja bahwa yang mendirikan situs facebook ini adalah seorang mahasiswa asal Amerika Serikat yang bernama Mark Zuckerberg pada tanggal 4 febuari 2004 ( kata guru ) ntah itu benar atau tidak tapi ketika saya cek di internet dan itu benar adanya. Kembali ke cerita..

Di facebook pasti banyak kenangan yang baik, buruk dan nyesek hahaha. Ya maklumlah nasib seorang jomblo gak jauh dari kata GALAU dan NYESEK apa lagi kecengan yang di taksir gak respect atau acuh tak acuh itu dan lebih parahnya sudah nunggu lama-lama sampai jomblo lumutan untuk jadi pacaran eh tau-taunya di PHP-in #mas*** GOOD. Itu tuh nyeseknya kaya sariawan. Sakitnya luar biasa lukanyapun luar biasa #pengalaman yang miris men.

Pertama kali gua kenal facebook itu sekitar kelas 3 SMP. Ya gak kudate-kudete amatlah gua untuk soal internet bahkan situs yang satu ini. Yang gua tahu sampai sekarang, semua orang berpendapat facebook itu tujuannya untuk mencari teman di satu sekolah, luar sekolah, luar daerah/kota bahkan luar negri namun facebook yang yang gua bikin tetap gak ada yg add orang bule ( bujur lele haha ). Miris ya memang miris namun ada sebuah kejadian lucu tentang pertemanan dengan bule. Mau dengar cerita sekaligus pengalaman nyata gua ? ciyus ? enelan ? miapa oba ? hahaha :D ceeekkkiidddoottt….. !!

Waktu itu gua masih unyu-unyu dan kece badai membahana melewati danau toba dan khatulistiwa hahaha, ya sekitar kelas 3 SMP. Waktu itu tak sengaja lewat depan rumah mu hahaha #nyanyi. Tak sengaja aku mengkonfirmasi salah satu dari pertemananku di facebokk. Sesudah itu di konfrimlah manusia abstrak itu kemuadian ia menchat me hahaha. ( modus kenalan mungkin )
“ hai “ chat nya
“ hai juga “ balas ku
Tiba-tiba …
Dorrrr !! balon ku ada 5 rupa-rupa warnanya haha.. #nyanyi
            “my name XXXI” balasnya #bioskop keles XXXI
Hello to the low…. Aku kagett #buka konyol. BAYANGKAN !!!. Ternyata dia orang luar negri lohhh. Tak menyangka gua chat dengan orang luar negri. WOW to the WOW banget gitu loh. Kemuadian ku balas,
            “ my name Fanny. Where do you come from ? “ said me
            “ I’m from India, and you? “ talk him
            “ I’m from Indonesia. Can you speak Indonesia ? “ said me
            “ I can’t not “ talk him
( dalam hati ) mampus gua!! Dia gak bisa bahasa Indonesia, gua juga gak bisa bahasa inggris gimana mau next chat. And than, guapun pergi ke kamar dan keluar kamar dengan membawa kamus bahasa Indonesia – inggris dan inggris – Indonesia. Mau tau tebal kamusnya setebal apa ? tebalnya setebal cintaku padamu hahaha *eh sorry kebanyakan di modusin -_-. Tebalnya seperti buku skripsi. Tebel GILEEEE KANNNN ??? ya itu semua karena terpaksa untuk berlajar berbahasa inggris. Dan akhirnya kamus itupun tak terpakai *terbuang sia-sia ( lagu killing me inside ). Gua pun menggunakan handphone tercangging ku hahaha. #catatan : waktu itu belum ada Android, tab dll ya -_-“. Jadi kebayangkan handphone gua secanggih apa hahaha.

Kalian mau tau yang kami bicarakan apa? Ciyus mau tau ? mau tau aja tau mau tau bangett ? ihh sudah gak sabar ya? Oke fix wendy gak suka di paksa tapi kalau kalian paksa yasudah wendy kasih tau deh #korban sinetron.

Yang dibicarakan adalah tentang film. You know film ? yes film not pilem oke. Tapi yang jelas karena bahasa inggris gua yang pas-pasan dan gua capek translate itu bahasa inggris ke kamus hape gua akhirnya gua end chat chattingan itu. Please deh, jangan paksa gua untuk bertahan. Jaaannngggaannnn tolonnnggggg !! #salah focus.


            Itulah cerita gua kenalan dengan orang luar negri. Akhirnya gua memutuskan untuk kenalan dengan dalam negri hahaha. Cintai dalam negri #prook..prookk..prokkk ( tepuk bokong ).

            Akhirnya aku kenalan dengan dalam negri. Kenalan, kenalan hingga sampai kuliahpun tugasku di dunia facebook adalah kenalan dengan catatan kenalangan dengan cowo ganteng, kece, anak kuliahan hahaha #ketawa dengan mulut lebar. Dan berharap dapat pacar (SANGAT BERHARAP) #sorry capslock eror. Ya pasti kalian taulah kenapa tugasku di facebook hanya kenalan dan update status. Bagiku situs facebook adalah ajang untuk mencari gebetan, kenalan, pacaran dan jodoh bahkan satu yang paling menunjang itu adalah curhatan hati remaja yang labil di facebook hahaha #ketawa sambil salto. Setiap kita buka facebook pasti kita di sambut dengan kata “ Apa yg Anda pikirkan ? “ kata itu yang membuat para fecebooker menjadikan tempat untuk curcol ( curhat Colongan ) hahaha.

Jangan menganggap para anggota facebook @L4Y !. Yang membuat facebook menjadi alay itu adalah nama si pengguna akun facebook. Yang sering gua temui dalam dunia facebook sampai sekarang adalah unsername @L4y hingga curhatan hati ada di dalam unsername sang pengguna facebook. Contoh :Ririndt yanq cllu chayang dya atau Ririndt mojanq nu diam dan cabar , bahkan yg lebih parahnya Ririndt yanq cllu tercakitii dirimu. Haduh percuma ada kolom “ Apa yg Anda pikirkan ? “ jika Unsername saja masih di buat curcol #catatan : nama dan tempat hanya karangan belaka dan jika ada yg tersinggung mohon maaf. Ya sih memang hak mereka cuman kan kira-kira kalau mau bikin nama -_-.

Dari facebook aku banyak belajar. Belajar untuk sabar dan menunggu. Sabar dan menuggung siapa? Ya siapa lagi kalau bukan cowok yang suka kita, cowo yang chat kita, cowo yg kenalan sama kita #JONES banget( Jomblo Ngenes ). Ya walaupun pada akhirnya gua dapet pacar juga  dan pada akhirnya putus juga namun yg jelas tugas gua sudah terlaksana. Kenalan > PDKT > pacaran. Namun ada pula yg kenalan > suka > gak jadi pacar dan itu yang paling ngenes lahir dan batin. Itulah yang gua alami sekarang. Kenalan terus, PDKT-an terus dan pada akhirnya juga move on terus. Namun aku masih semangat dong untuk mencari yang baik buat diriku.

Semua berawal dari facebook. Kenal cowok ganteng di facebook, kenal saudara jauh di facebook, kenal yang sekarang jadi mantan itu sebagian dari facebook bahkan kenal yang sekarang tidak jadi pacarpun sebagian dari facebook. Apa coba yang kurang dari facebook semua akar percintaan gua sampai akhirpun dari facebook. Bagiku facebook adalah teman. Facebook adalah guru. Facebook adalah pacar yang selalu nemanin kemanapun berapa tanpa facebook seperti sop tanpa air.


Bersambung…